Agriculture
•
02 Juni 2026
•
Ditulis Oleh: Tim Agronomi GRN
Implementasi Sistem IoT Pemantauan Suhu Tanah pada 400 Hektar Lahan Cabai Kemitraan Garut
Dalam rangka modernisasi hulu pertanian, PT Gudang Rawit Nusantara meluncurkan program digitalisasi lahan dengan mengimplementasikan sensor kelembapan dan suhu tanah berbasis IoT di 400 hektar area produksi kemitraan yang tersebar di wilayah Cikajang, Garut, Jawa Barat. Langkah cerdas ini menjadi bagian dari integrasi teknologi presisi hulu yang dikembangkan oleh divisi riset agronomi perusahaan.
Melalui sensor IoT yang ditanam di berbagai titik koordinat lahan, tim agronomis dapat memantau indikator tanah secara real-time melalui dasbor digital. Jika terdeteksi anomali seperti kelembapan tanah yang terlalu rendah atau suhu yang melonjak ekstrem, sistem otomatis akan mengirim notifikasi kepada perwakilan kelompok tani untuk melakukan tindakan irigasi preventif.
Selain menghemat penggunaan air bersih, sistem pemantauan presisi ini diperkirakan dapat meningkatkan hasil produktivitas tonase cabai rawit per hektar sebesar 18% dan meminimalkan potensi serangan hama penyakit yang sering disebabkan oleh kelebihan kelembapan pasca-hujan.
Melalui sensor IoT yang ditanam di berbagai titik koordinat lahan, tim agronomis dapat memantau indikator tanah secara real-time melalui dasbor digital. Jika terdeteksi anomali seperti kelembapan tanah yang terlalu rendah atau suhu yang melonjak ekstrem, sistem otomatis akan mengirim notifikasi kepada perwakilan kelompok tani untuk melakukan tindakan irigasi preventif.
Selain menghemat penggunaan air bersih, sistem pemantauan presisi ini diperkirakan dapat meningkatkan hasil produktivitas tonase cabai rawit per hektar sebesar 18% dan meminimalkan potensi serangan hama penyakit yang sering disebabkan oleh kelebihan kelembapan pasca-hujan.
Kolom Diskusi & Tanggapan
Tanggapan Korporat ()
Dokumen Rilis Resmi PT Gudang Rawit Nusantara
Audit ID: PR-2026-939